Senin, 17 Oktober 2011

SIFAT LATEKS DAN KAYU KLON-KLON KARET ANJURAN

SIFAT LATEKS DAN KAYU KLON-KLON KARET ANJURAN



Karakteristik sifat lateks dan kayu dari masing-masing klon sangat diperlukan untuk suatu kelengkapan informasi di dalam merekomendasikan suatu klon unggul baru, khususnya terkait dengan teknologi pengolahan karet pasca-panen maupun pemanfaatan kayunya. Dengan mengetahui karakteristik sifat lateks maupun kayu, maka calon pengguna dapat memilih klon yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan spesifikasi produk yang diinginkan.

Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet 2005 telah merekomendasikan klon-klon unggul baru generasi ke-4 untuk periode 2006 – 2010, yaitu IRR 5, IRR 32, IRR 39, IRR 42, IRR 104, IRR 112 dan IRR 118.

Di samping itu, klon-klon lama seperti GT1, AVROS 2037, PR 255, PR 261, PR 300, PR 303, RRIM 600, RRIM 712, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, PB 260 dan RRIC 100 masih dimungkinkan untuk dikembangkan dengan hati-hati penempatan dan sistem pengelolaannya. Penggunaan klon-klon tersebut harus disesuaikan dengan daerah pengembangan yang tepat, karena klon-klon tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tulisan ini menguraikan karakteristik klon-klon anjuran tersebut khususnya mengenai sifat lateks dan kayunya.

Nilai kadar karet kering (KKK) bervariasi antara rendah sampai tinggi. Klon IRR 112, IRR 118, AV 2037 dan RRIC 100 tergolong klon yang memiliki KKK tinggi yaitu > 35%. Lateks pekat dapat dibuat dari semua klon-klon anjuran tersebut kecuali PR 255. Dari hasil analisis kandungan logam dalam lateks, terlihat adanya variasi kandungan Mg (157 – 3000 mg/l).

Klon yang memiliki Mg tinggi dalam lateks adalah klon IRR 104 (1.700 mg/l) dan IRR 112 (3000 mg/l). Klon IRR 5, IRR 39, IRR 104, AV 2037, BPM 1, BPM 24 dan PB 260 dapat digunakan untuk memproduksi SIR 3L, sedangkan untuk memproduksi SIR 3CV medium dapat menggunakan IRR 118, PR 255, BPM 107 dan PB 260. Nilai Po bervariasi antara 23 – 60 dan PRI bervariasi 70 – 96. Dari kisaran nilai plastisitas tersebut, semua klon memiliki ketahanan yang baik terhadap degradasi, karena masih berada pada nilai Po yang disyaratkan minimum 30 (kecuali PR 261) dan PRI minimum 60 untuk pengolahan SIR 3CV dan SIR 3L.

Pada umur 15 tahun, klon IRR 39 dan IRR 42 menghasilkan volume kayu bebas cabang (kayu log) paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 0,57 dan 0,54 m3/ph. Volume kayu total tertinggi dihasilkan oleh klon IRR 39 (0,95 m3/ph). Kadar air kayu bervariasi antara 56 – 69, berat jenis basah 0,79 – 0,98 dan berat jenis kering 0,62 – 0,70. Dari variasi berat jenis tersebut, semua klon yang diteliti tergolong ke dalam kayu kelas kuat II.

Artikel adalah ringkasan makalah yang disampaikan oleh Arief Rachmawan, Azwin Anas dan Sekar Woelan, Balai Penelitian Sungei Putih – PUSAT PENELITIAN KARET yang berjudul: Karakteristik Sifat Lateks dan Kayu Klon-Klon Karet Anjuran. Makalah Lengkap disajikan dalam Prosiding Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet 2006.

Sumber : http://www.perkebunanku.com/2010/05/sifat-lateks-dan-kayu-klon-klon-karet.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More