Minggu, 16 Oktober 2011

PROSES PENGOLAHAN KARET CRUMB RUBBER (1)

PROSES PENGOLAHAN KARET CRUMB RUBBER

(Bagian 1)

Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan tentang proses pengolahan karet Crumb Rubber. Seperti postingan saya sebelumnya (klik disini) bahwa saya akan lebih banyak membahas tentang pekerjaan saya yang baru (seorang buruh pabrik) maka kesempatan kali ini menjadi kesempatan pertama saya untuk memulainya. Proses pengolahan karet Crumb Rubber ini akan saya buat menjadi tulisan bersambung (kayak sinetron ya…) yang menjelaskan proses pengolahan karet Crumb Rubber secara berurutan. Saya akan mulai dari pengenalan tentang tanaman karet, selanjutnya pengenalan bahan baku pabrik Crumb Rubber, lalu proses pengolahan, dan diakhiri proses pengepakan dan pengiriman produk.

Seluruh isi tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman yang saya terima selama saya bekerja, juga berasal dan kutipan berbagai sumber (artikel-artikel internet atau buku-buku literatur). Saya akan mengunakan cara penyampaian seorang praktisi dan tidak sedang berusaha memberi anda kuliah (saya bukan dosen lho). Harapan saya tulisan ini berguna bagi anda yang terlibat dalam proses pengolahan karet Crumb Rubber, mahasiswa, pengusaha, serta masyarakat umum. Cukuplah dengan pembukaannya (saya khawatir anda mulai bosan), langsung saja kita ke pembahasan.


Sekilas tentang tanaman karet

Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea braziliensis. Tanaman karet mula-mula ditemukan di lembah-lembah sungai Amazone (Brazil). Ketika Christophel Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1476, dia tercengang melihat penduduk setempat (suku Indian) bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat memantul bila dijatuhkan ke tanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, rumput, dan bahan (lateks) yang kemudian dipanaskan diatas api dan dibulatkan menjadi bola. Jauh sebelum tanaman karet ini populer, penduduk asli diberbagai tempat seperti Amerika Serikat, Asia dan Afrika Selatan menggunakan pohon lain yang juga menghasilkan getah. Getah ini dihasilkan dari tanaman Castillaelastica (family moraceae). Tanaman tersebut tidak dimanfaatkan lagi karena kalah tenar dibandingkan tanaman karet. Di Indonesia sendiri tanaman karet dicoba dibudidayakan pada tahun 1876 di ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor.

Gambar: Pohon Tanaman Karet


Tanaman karet dapat tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa bisa mencapai 15 - 25 meter. Batangnya biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan diatas. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai anak daun utama 3 - 20 cm. Panjang tangkai anak daun 3 - 10 cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul. Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jumlah biji biasanya ada 3 - 6 buah sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dan memiliki kulit yang keras. Warnanya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Tanaman karet adalah tanaman dengan sifat dikotil sehingga akar tanaman ini merupakan akar tunggang (masih ingat pelajaran IPA waktu SD kan?). Akar ini mampu menopang batang tanaman yang tumbuh tinggi dan besar.

Secara lengkap, struktur botani tanaman karet tersusun sebagi berikut

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Euphorbiales
  • Famili : Euphobiaceae
  • Genus : Hevea
  • Spesies : Hevea braziliensis
Tanaman karet memiliki sifat gugur daun sebagai respon terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kekurangan air/kemarau). Daun ini akan tumbuh kembali pada awal musim hujan.

Budidaya tanaman karet memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut:
  • Tinggi tempat 0 - 200 meter diatas permukaan laut
  • Curah hujan 1.500 - 3.000 mm/tahun
  • Bulan kering kurang dari 3 bulan
  • Kecepatan angin maksimum kurang atau sama dengan 30 km/jam
  • Kemiringan tanah kurang dari 10%
  • Tekstur tanah terdiri dari lempung berpasir dan liat berpasir
  • Batuan di permukaan maupun di dalam tanah maksimum 15%
  • pH tanah berkisar 4,3 - 5,0 (kondisi asam ya…)
  • Drainase tanah sedang
Tanaman karet memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu:

  • Dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun tanah tidak subur
  • Mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis.
  • Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakan. Prospek harganya juga cukup baik walaupun sering berfluktuasi/tidak stabil.
Gambar: Lateks dari Tanaman Karet
Tanaman karet ini apabila digores/disayat pada kulit batangnya akan mengeluarkan cairan pekat berwarna putih yang disebut lateks. Lateks ini akan kering dan menggumpal apabila dibiarkan lebih dari 2 jam. Pohon karet ini baru boleh dipanen (untuk diambil lateksnya) setelah berusia 5 tahun dan memiliki usia produktif 25 sampai 30 tahun. Lateks inilah yang selanjutnya akan diolah menjadi bentuk baru (produk barang jadi). Lateks yang masih dalam bentuk cairan menjadi bahan baku produk balon karet mainan, permen karet, sarung tangan karet, kondom dan lain-lain. Sedangkan lateks yang sudah kering (membeku, sering disebut kompo) menjadi bahan baku ban mobil, conveyor belt, karet pelindung pada bodi mobil, dan lain-lain.

Itulah tadi pengenalan singkat tentang tanaman karet dari saya. Untuk tulisan selanjutnya silahkan ditunggu dipostingan saya berikutnya. Jika anda merasa masih ada yang perlu dipertanyakan? Saya persilahkan anda melakukannya di form komentar saya diakhir tulisan ini. Pertanyaan anda sebisa mungkin akan saya jawab (itu kalau saya mampu), dan kalaupun saya nantinya kesulitan menjawab pertanyaan anda maka saya mohon bantuan pembaca-pembaca lain yang lebih mengerti agar dapat menambahkan atau mengkoreksi jawaban saya.


Sumber : http://mangasasianturi.blogspot.com/2010/09/proses-pengolahan-karet-crumb-rubber.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More