Selasa, 29 Mei 2012

Kebun koleksi klon-klon karet di Pakuwon

Kebun koleksi klon-klon karet di Pakuwon


INFO PERKEBUNAN -

Perakitan genotipe unggul karet sangat tergantung pada ketersediaan plasma nutfah. Kebun koleksi klon-klon unggul karet perlu dibangun sebagai kebun konservasi plasma nutfah, kebun induk benih dan kebun persilangan buatan untuk merakit klon karet unggul.

Kebun koleksi karet dibangun di KP Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat seluas 0,5 ha untuk 10 klon, yaitu AVROS 2037, GT 1, RRIC 100, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, PB 260, IRR 5 dan IRR 104.

Pembangunan kebun koleksi klon-klon karet di Pakuwon merupakan salah satu kegiatan  Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2011.

Pembangunan kebun koleksi dimulai dari penyiapan bibit stum mata tidur di Balai Penelitian Sungei Putih, Sumatera utara, pembangunan pembibitan stum mata tidur dalam polibeg di KP.Pakuwon, penyiapan lahan dan penanaman di lapangan. Kebun koleksi ditata secara blok klonal.

Koleksi klon-klon unggul karet merupakan sumber keanekaragaman genetik yang sangat bermanfaat dalam program pemuliaan karet. Indonesia memiliki sumber keragaman plasma nutfah karet yang penting, berupa koleksi klon-klon unggul hasil introduksi maupun perakitan didalam negeri.

Tiap plot terdiri atas satu klon dengan jumlah tanaman 25 pohon sehingga seluruhnya terdapat 10 plot. Penyiapan lahan dilakukan secara mekanis dan penanaman mengacu kepada standar manajemen pembangunan kebun karet.

Bahan tanaman (bibit) dalam polibeg satu payung daun. Deskripsi dari tiap klon dilakukan didasarkan pada ciri-ciri tanaman, yang meliputi helaian daun, anak tangkai daun, tangkai daun, payung daun, mata tunas, kulit batang dan potensi hasil lateks.

Gambar. Pembibitan karet dengan naungan paranet.

Sumber : http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/index.php/id/berita/399

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More